Selasa, 14 Oktober 2025

SŪTRA DISABDAKAN BUDDHA MENGENAI PETANI YANG MALAS [BERJUMPA DENGAN BUDDHA] (TAISHO TRIPITAKA 827)

 SŪTRA DISABDAKAN BUDDHA MENGENAI PETANI YANG MALAS [BERJUMPA DENGAN BUDDHA]

 

說懈怠耕者

Fóshuō xièdài gēngzhě jīng

 

Tripiṭaka Taishō 827

Jilid 17

 

宋沙門惠簡譯

Diterjemahkan dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Mandarin oleh Yang Arya Huì Jiǎn semasa Dinasti Liú Sòng (420-479).

Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia oleh Ivan Taniputera.

 

Jasa pahala terjemahan ini dilimpahkan pada Empat Permata.

 

Dilarang menyebarluaskan sebagian atau seluruh terjemahan ini tanpa seizin penerjemah. Jika telah mendapatkan izin untuk disebarluaskan maka tidak boleh menambah atau mengurangi apa pun yang terdapat di terjemahan ini dari awal sampai akhir, dan linknya harus tetap dicantumkan. Tidak boleh mengubah apa pun sebagaimana yang tercantum di sini. Mengambil tanpa izin berarti mencuri dan akan menjerumuskan pada karma buruk (akusala karma) serta alam-alam penderitaan. Kita hendaknya tidak merendahkan diri kita sendiri sebagai pencuri.

 

Kritik dan saran membangun untuk kesempurnaan terjemahan diterima dengan senang hati.

 

Naskah berbahasa Mandarin diambil dari cbeta.org. 

 

聞如是:

Wén rúshì:

DEMIKIANLAH YANG TELAH KUDENGAR:

一時佛在羅閱祇竹園中,與大比丘眾千二百五十人及眾菩薩俱。

Yī shí fó zài luó yuè zhī zhú yuán zhōng, yǔ dà bǐ qiū zhòng qiān èr bǎi wǔ shí rén jí zhòng pú sà jù.

Saat itu, Buddha sedang berada di Rājagṛha, yakni di Hutan Bambu, dengan disertai para biksu agung sejumlah seribu dua ratus lima puluh orang dan sekumpulan bodhisattva.

時佛從羅閱祇欲詣舍衛,諸菩薩導前,釋梵被服——又見身體如四天王——諸比丘僧悉從佛後,諸天、龍、神在上供養。

Shí fó cóng luó yuè zhī yù yè shè wèi, zhū púsà dǎo qián, shì fàn bèi fú——yòu jiàn shēn tǐ rú sì tiān wáng——zhū bǐ qiū sēng xī cóng fó hòu, zhū tiān, lóng, shén zài shàng gòng yǎng.

Pada kesempatan tersebut, Buddha hendak bertolak dari Rājagṛha menuju ke Śrāvastī. Seluruh bodhisattva memimpin di depan. Dewa Śakra beserta Brahmā mengenakan jubah [agung] mereka- menampilkan diri mereka laksana Empat Maharaja (Cātur mahārāja kāyika). Seluruh biksu mengiringi Buddha dari belakang. Para dewa, naga, dan makhluk suci menaburkan persembahan dari atas.

去城不遠,時有一人在田耕種,遙見如來弟子侍從,端正殊妙,威神巍巍,容貌殊好如星中月,奇相眾好,金光從容,三十二相皆出眾好。遙見世尊心便歡喜,欲往詣佛稽首作禮,諮受法義。「佛世難,時時一現。」退自念言,「耕地未竟、下種未畢,須後閑時乃當見佛。」

Qù chéng bù yuǎn, shí yǒu yīrén zài tián gēngzhòng, yáo jiàn rúlái dìzǐ shìcóng, duānzhèng shū miào, wēi shén wéiwéi, róngmào shū hǎo rú xīng zhōng yuè, qí xiāng zhòng hǎo, jīnguāng cóngróng, sānshí'èr xiāng jiē chūzhòng hǎo. Yáo jiàn shìzūn xīn biàn huānxǐ, yù wǎng yì Fo qǐshǒu zuò lǐ, zī shòu fǎyì.`Fo shì nán zhí, shí shí yī xiàn.'Tuì zì niàn yán,`gēngdì wèijìng, xià zhǒng wèi bì, xū hòuxián shí nǎi dāng jiàn Fo.'

Tidak jauh dari kota tersebut, ketika itu ada orang sedang membajak sawahnya. Dari jauh disaksikannya Tathāgata dengan diiringi para siswaNya. Penampilan mereka sungguh mulia dan agung dengan daya kekuatan spiritualnya sungguh halus serta mendalam; demikian eloknya laksana rembulan di antara bintang-bintang; memiliki tampilan-tampilan nan ajaib dan memancarkan cahaya keemasan; tiga puluh dua tanda kemuliaan [seorang Buddha] seluruhnya menampilkan keagungan. Menyaksikan Buddha dari kejauhan, ia merasa sangat bersuka cita. Dalam batinnya timbul keinginan menghaturkan hormat pada Buddha dengan menyentuhkan kepalanya ke tanah dan menerima ajaran Dharma nan bajik. Ia berpikir,Kemunculan Buddha di dunia ini adalah sungguh langka. Hanya pada kesempatan tertentu saja Beliau hadir [di muka bumi].Tetapi ia berbalik dan berkata dalam hati, Namun lahanku belum selesai dibajak dan benih belum ditabur. Kelak kalau sudah tiada lagi yang perlu dikerjakan baru aku akan menjumpai Buddha.

時佛知心發此懈怠,世尊便笑,放五色光,光從口出照十方境界,安隱五道,皆乘光來集會佛所——地獄休息,餓鬼飽滿,畜生思善,人民求度,諸天龍神神聽道法。

Shí Fo zhīxīn fā cǐ xièdài, shìzūn biàn xiào, fàng wǔsè guāng, guāng cóng kǒu chū zhào shí fāng jìngjiè, ān yǐn wǔ dào, jiē chéng guāng lái jíhuì Fo suǒ——dìyù xiūxí, èguǐ bǎomǎn, chùshēng sī shàn, rénmín qiú dù, zhū tiān lóngshén shen tīng dào fǎ.

Ketika itu, Buddha mengetahui pikiran [petani tersebut] yang menunda-nunda [berjumpa dengan Buddha]. Yang Dijunjungi Dunia tersenyum serta memancarkan cahaya lima warna. Cahaya yang keluar dari mulut Beliau menerangi sepuluh penjuru semesta dan menaburkan kedamaian bagi kelima alam. Pada makhluk itu semuanya mengendarai cahaya dan hadir bersama-sama ke tempat Buddha berada. Neraka menjadi padam, para hantu kelaparan terkenyangkan, hewan-hewan membangkitkan pikiran bajik, manusia memperoleh penyelamatannya, dan seluruh dewa, naga, beserta makhluk suci [hadir] mendengarkan Dharma.

賢者阿難解了七應——義、法、時、節、身與他人——即詣佛所,長跪叉手,白佛言:「何因笑?既笑,會當有意。」

Xiánzhě ā nánjiěle qī yīng——yì, fǎ, shí, jié, shēn yǔ tārén——jí yì Fo suǒ, zhǎng guì chā shǒu, bái Fo yán:`Hé yīn xiào? Jì xiào, huì dāng yǒuyì.'

Yang Arya Ānanda memahami tujuh hal yang tepat-makna yang tepat, Dharma yang tepat, waktu yang tepat, kesempatan yang tepat, pemahaman yang tepat terkait diri sendiri, pemberian tepat, dan pemahaman yang tepat terkait orang lain. Ia segera mendatangi Buddha, lalu berlutut serta merangkapkan kedua tangannya [sebagai tanda hormat], dan bertanya, “Mengapakah Engkau tersenyum? Apabila Engkau tersenyum pasti ada maknanya.”

佛告阿難:「汝見犁者不?」

Fo gào ānán:`Rǔ jiàn lí zhě bù?'

Buddha memberitahu Ānanda, “Engkau melihat petani itu, bukan?”

對曰:「已見。」

Duì yuē:`Yǐ jiàn.'

Ānanda menjawab, “[Aku] melihatnya.”

佛言:「是人從維衛佛已來九十一劫於是耕種,每一見佛常自懈怠選軟,復後怱怱耕種生死罪法,不識法犁種無極田。已過六佛不得蒙度,於今見我,適發好心即便變悔,欲故懈怠,樂種罪根。」

Fo yán:`Shì rén cóng wéi wèi Fo yǐ lái jiǔshíyī jié yúshì gēngzhòng, měi yījiàn Fo cháng zì xièdài xuǎn ruǎn, fù hòu cōngcōng gēngzhòng shēngsǐ zuì fǎ, bù shí fǎ lí zhǒng wújí tián. Yǐguò liù Fo bùdé méng dù, yú jīnjiàn wǒ, shì fā hǎoxīn jíbiàn biàn huǐ, yù gù xièdài, lè zhǒng zuì gēn.'

Buddha berkata, Semenjak kehadiran Buddha Vipasyin sembilan puluh satu kalpa yang lampau, ia telah membajak sawah. Setiap kali mempunyai kesempatan bertemu dengan para Buddha, ia malas berjumpa dengan para Buddha tersebut. Ia senantiasa memilih membajak lahannya, sehingga [tetap] terbelenggu dalam lingkaran kelahiran beserta kematian dan hukum karma; tanpa mengetahui Dharma mengenai membajak sawah nan tiada tertandingi. Ia telah melewatkan [kesempatan berjumpa dengan] keenam Buddha [masa lampau] tanpa memperoleh pembebasan dari ketidaktahuan. Kini ia berjumpa denganKu dan sempat membangkitkan niat bajik, namun kemudian berbalik lagi [meninggalkan niat tersebut]. Ia tetap menunda-nunda berjumpa dengan Buddha, sehingga lebih menyukai akar kejahatan.”

時人遙聞,棄耕及田,來詣佛所稽首佛足,悔過自責:「愚癡無知,罪過甚重,願見愍傷,原其罪過。蒙冥觝突,懈怠來久,唯見原恕,濟脫生死。」

Shí rén yáo wén, qì gēng jí tián, lái yì Fo suǒ qǐshǒu Fo zú, huǐguò zìzé:`Yúchī wúzhī, zuìguo shènzhòng, yuàn jiàn mǐn shāng, yuán qí zuìguo. Méng míng dǐ tū, xièdài lái jiǔ, wéi jiàn yuán shù, jì tuō shēngsǐ.'

Tatkala, orang tersebut mendengar dari kejauhan [apa yang disabdakan Buddha], ia berhenti membajak sawahnya, pergi ke tempat Buddha berada, serta menghaturkan hormat dengan kepala menyentuh kaki Buddha. Menyesali apa yang telah dilakukannya, berkatalah ia, “Aku sungguh bodoh dan tiada berpengetahuan, banyak kesalahan berat telah kulakukan. Aku berharap agar Engkau sudi berbelas kasih dengan mengampuni kesalahan-kesalahanku. Dibelenggu oleh kegelapan dan kemalasan dalam menjumpai Buddha, aku berharap agar Engkau sudi memaafkan serta membebaskanku dari lingkaran kelahiran beserta kematian.”

佛言:「善哉!卿能覺者,於法有益,終不為損。」佛為說經,示懈怠之垢、精進之利,踴躍歡喜,立不退轉。諸天、龍、神無央數千,皆發無上正真道意。

Fo yán:`Shànzāi! Qīng néng jué zhě, yú fǎ yǒuyì, zhōng bù wéi sǔn.'Fo wéi shuō jīng, shì xièdài zhī gòu, jīngjìn zhī lì, yǒngyuè huānxǐ, lì bù tuì zhuǎn. Zhū tiān, lóng, shénwú yāng shù qiān, jiē fā wú shàng zhèng zhēndào yì.

Buddha berkata, Bagus sekali! Engkau sanggup menyadarinya dan tiba pada Dharma nan bermanfaat, sehingga akhirnya terhindar dari kerusakan.Buddha telah selesai menyabdakan sūtra ini, yang memaparkan dampak buruk bagi kemalasan [dalam berjumpa Buddha], serta manfaat kesungguhan [hati]. Senantiasa penuh semangat beserta suka cita dan membangkitkan [tekad agar] tidak berbalik mundur lagi. Seluruh dewa, naga, beserta makhluk suci yang ribuan jumlahnya, membangkitkan tekad menapaki jalan menuju pencerahan sejati nan tiada tertandingi.

「以故,學道常當精進,莫為懈怠,宛轉生死,動有劫數。」

`Yǐ gù, xué dào cháng dāng jīngjìn, mò wèi xièdài, wǎnzhuǎn shēngsǐ, dòng yǒu jiéshù.'

Itulah sebabnya, mempelajari Sang Jalan  hendaknya senantiasa membangkitkan semangat dan tidak bersikap malas, sehingga tidak terbelenggu dalam lingkaran kelahiran beserta kematian nan telah berlangsung selama berkalpa-kalpa.

說如是,賢者阿難,諸天、龍、神、阿須倫王,聞經歡喜,作禮而退。

Fo shuō rúshì, xiánzhě ānán, zhū tiān, lóng, shén, āxū lún wáng, wén jīng huānxǐ, zuò lǐ ér tuì.

Demikianlah yang disabdakan Buddha, Yang Arya Ānanda dan seluruh dewa, naga, makhluk suci, serta raja asura, bersuka cita mendengar sūtra ini. Mereka lalu menghaturkan hormat dan mengundurkan diri dari tempat tersebut.

說懈怠耕者

Sūtra Disabdakan Buddha Mengenai Petani Yang Malas [Berjumpa Dengan Buddha] [telah selesai].

 

SŪTRA YANG DISABDAKAN BUDDHA TENTANG KETIDAKKEKALAN SEGALA SESUATU (TAISHO TRIPITAKA 758)

 SŪTRA YANG DISABDAKAN BUDDHA TENTANG KETIDAKKEKALAN SEGALA SESUATU

 

Anityatāsūtra

 

說諸行有為經

Foshuō zhūxíng yǒuwéi jīng

 

Tripiṭaka Taishō 758

Jilid 17

 

西天中印度摩伽陀國那爛陀寺三藏傳教大師賜紫沙門臣法天奉 詔譯

Diterjemahkan dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Mandarin oleh Yang Arya Fǎtiān (Dharmadeva, wafat 1001).

Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia oleh Ivan Taniputera.

 

Jasa pahala terjemahan ini dilimpahkan pada Empat Permata.

 

Dilarang menyebarluaskan sebagian atau seluruh terjemahan ini tanpa seizin penerjemah. Jika telah mendapatkan izin untuk disebarluaskan maka tidak boleh menambah atau mengurangi apa pun yang terdapat di terjemahan ini dari awal sampai akhir, dan linknya harus tetap dicantumkan. Tidak boleh mengubah apa pun sebagaimana yang tercantum di sini. Mengambil tanpa izin berarti mencuri dan akan menjerumuskan pada karma buruk (akusala karma) serta alam-alam penderitaan. Kita hendaknya tidak merendahkan diri kita sendiri sebagai pencuri.

 

Kritik dan saran membangun untuk kesempurnaan terjemahan diterima dengan senang hati.

 

Naskah berbahasa Mandarin diambil dari cbeta.org.


 

 

如是我聞:

 

Rúshì wǒwén:

 

DEMIKIANLAH YANG TELAH KUDENGAR

 

一時,世尊在舍衛國祇樹給孤獨園,與大苾芻眾千二百五十人俱。

 

Yīshí, shìzūn zài shě wèi guó qí shù gěi gūdú yuán, yǔ dà bì chú zhòng qiān èrbǎi wǔshí rén jù.

 

Saat itu, Yang Dijunjungi Dunia sedang berada di Negeri Śrāvastī, yakni di Taman Anāthapiṇḍada, dengan disertai para biksu agung sejumlah seribu dua ratus lima puluh orang.

 

爾時,世尊告苾芻眾言:「苾芻!一切行遷流,如幻不實、不得久住、無有定相、是顛倒法;苾芻!乃至一切行,垢盡無染離一切垢。一切眾生乃至蠕動及部多等,至壽命盡決定殞滅;若彼無生即當無滅。若彼長者、婆羅門、剎帝利種族,殊勝豪貴自在財富,無量金銀珍寶及諸受用,無所乏少;雖有父母眷屬、親姻知識、吏民僮僕皆悉具足,至壽命盡亦無能免。又復剎帝利授灌頂已,為大國王得大自在,有大力勢,人民無量,大地國土皆悉降伏,至壽命盡亦復無免。又彼仙人林中諸修行者,不貪於味,食諸菓實;又復遠離菓實修諸苦行,至壽命盡亦復無免。

 

Ěr shí, shìzūn gào bì chú zhòng yán:`Bì chú! Yīqiè xíng qiānliú, rú huàn bù shí, bùdé jiǔzhù, wú yǒu dìng xiāng, shì diāndǎo fǎ; bì chú! Nǎizhì yīqiè xíng, gòu jìn wú rǎn lí yīqiè gòu. Yīqiè zhòngshēng nǎizhì rúdòng jí bù duō děng, zhì shòumìng jǐn juédìng yǔn miè; ruò bǐ wú shēng jí dāng wú miè. Ruò bǐ zhǎngzhě, póluómén, shā dì lì zhǒngzú, shūshèng háo guì zìzài cáifù, wúliàng jīnyín zhēnbǎo jí zhū shòuyong, wú suǒ fá shǎo; suī yǒu fùmǔ juànshǔ, qīn yīn zhīshì, lì mín tóngpú jiē xī jùzú, zhì shòumìng jǐn yì wúnéng miǎn. Yòu fù shā dì lì shòu guàndǐng yǐ, wéi dà guówáng dé dà zìzài, yǒu dàlì shì, rénmín wúliàng, dàdì guótǔ jiē xī xiángfú, zhì shòumìng jǐn yì fù wú miǎn. Yòu bǐ xiānrén lín zhōng zhū xiūxíng zhě, bù tān yú wèi, shí zhū guǒ shí; yòu fù yuǎnlí guǒ shí xiū zhū kǔxíng, zhì shòumìng jǐn yì fù wú miǎn.

 

Pada kesempatan tersebut, Yang Dijunjungi Dunia memberitahu para biksu, “Wahai para biksu! Segala sesuatu adalah senantiasa berubah, laksana khayalan dan bukan merupakan sesuatu nan nyata, tidak dapat bertahan selamanya, tidak memiliki tampilan tidak berubah, serta merupakan kepalsuan. Wahai para biksu! Lebih jauh lagi, dengan berakhirnya segenap kekotoran batin, maka tiada lagi yang dapat mencemari. Semua makhluk, baik yang bergerak dengan cara merayap atau beraneka ragam jenis makhluk lainnya, tatkala rentang waktu kehidupannya berakhir, pasti akan menjumpai kematiannya. Bila mereka tidak dilahirkan, maka tiada akan mengalami kematian. Jikalau terdapat sesepuh, brāhmaṇa, atau kṣatriya, yang memiliki kemuliaan beserta harta kekayaan berlimpah, tiada terhitung emas, perak, permata mulia, dan seluruh [harta benda] dapat dinikmatinya tanpa pernah mengalami kekurangan; kendati memiliki ayah, ibu, kerabat, sahabat, keluarga melalui pernikahan, kepandaian, bawahan, anak, serta pelayan, dimana semuanya dalam keadaan sempurna; tatkala rentang waktu kehidupannya berakhir, maka tiada yang sanggup menyelamatkannya [dari kematian]. Begitu pula dengan seorang kṣatriya yang telah menerima abhiṣeka menjadi seorang raja agung, sehingga sanggup melakukan apa pun sesuai keinginannya dengan leluasa. Ia memiliki kekuasan besar, rakyat nan banyak jumlahnya, dan kerajaan besar beserta daerah taklukan nan luas, tetapi tatkala rentang waktu kehidupannya berakhir, tiada yang sanggup menolongnya. Demikian pula, terdapat pertapa hidup di tengah hutan, yang menjalankan latihan spiritual sepenuhnya, tidak [lagi] serakah terhadap berbagai cita rasa, hanya menyantap buah-buahan semata atau tidak lagi mengonsumsi buah-buahan dan menekuni latihan penyiksaan diri, tetapi tatkala rentang waktu kehidupannya berakhir, tiada yang sanggup menolongnya.

 

「又彼修諸十善,得生四大王天、忉利天、夜摩天、覩史多天、樂變化天、他化自在天;又復修行禪定,得梵身天、梵輔天、大梵天,得少光天、無量光天、極光淨天,得少淨天、無量淨天及遍淨天,得無雲天、福生天、廣果天、無想有情天;又彼阿那含得無煩天、無熱天、善現天、善見天、色究竟天;又彼厭礙色身,修無邊虛空三昧等,得生空無邊處、識無邊處、無所有處、非想非非想處:彼等諸天,雖復殊勝,非彼不生,亦復殞滅。

 

`Yòu bǐ xiū zhū shí shàn, dé shēng sì dà wàng tiān, dāo lì tiān, yè mótiān, dǔ shǐ duō tiān, lè biànhuà tiān, tā huà zìzài tiān; yòu fù xiūxíng chán dìng, dé fàn shēn tiān, fàn fǔ tiān, dà fàntiān, dé shǎo guāng tiān, wúliàng guāng tiān, jíguāng jìng tiān, dé shǎo jìng tiān, wúliàng jìng tiān jí biàn jìng tiān, dé wú yúntiān, fúshēng tiān, guǎng guǒ tiān, wú xiǎng yǒuqíng tiān; yòu bǐ ā nà hán dé wú fán tiān, wú rè tiān, shàn xiàn tiān, shàn jiàn tiān, sè jiùjìng tiān; yòu bǐ yàn ài sè shēn, xiū wúbiān xūkōng sānmèi děng, dé shēng kōng wúbiān chù, shí wúbiān chù, wú suǒyǒu chù, fēi xiǎng fēi fēi xiǎng chù: Bǐ děng zhū tiān, suī fù shūshèng, fēi bǐ bù shēng, yì fù yǔn miè.

 

Ada pula yang mempraktikkan sepuluh kebajikan, sehingga terlahir di Surga Caturmahārājikā, Trāyastriṃśa, Yāma, Tuṣita, Nirmāṇarati, atau Paranirmita-Vasavartin; ada pula yang melatih samādhi, sehingga terlahir di Surga Brahmakāyika, Brahmapurohita, atau Mahābrahmā; terlahir di Surga Parittabha, Apramanabha, atau Ābhāsvara; terlahir di Surga Parīttaśubha, Apramāṇaśubha, atau Śubhakṛtsna; terlahir di Surga Anabhraka, Punyaprasava, Bṛhatphala atau Asaṃjñi-sattva; terdapat pula anāgāmin yang terlahir di Surga Avrha, Atapa, Sudṛśa, Sudarśana, atau Akaniṣṭha; ada pula yang merasa jijik dengan tubuh jasmani, [dimana mereka] memeditasikan ruang angkasa nan luas tiada terbatas, sehingga terlahir di [Surga] Ākāśānantyāyatana, Vijñānānantyāyatana, Ākiṃcanyāyatana, atau Naivasaṃjñānāsaṃjñāyatana; meski para dewa yang terlahir di surga-surga tersebut adalah sangat mulia, namun mereka juga akan mengalami kematian.

 

「若彼三界漏盡,已作所作,遠離重擔,逮得己利,盡諸有結,得阿羅漢,雖復此身亦當棄捨;又彼刀兵劫,自修一身處於寂靜,悟諸因緣得中乘證,號辟支佛;雖復此身亦當棄捨;乃至如來、應、正等覺,十力廣大,四智圓明,說法無畏,正師子吼,歷無數勤勞得那羅延身,亦復棄捨。

 

`Ruò bǐ sānjiè lòu jìn, yǐ zuò suǒzuò, yuǎnlí zhòngdàn, dǎi dé jǐ lì, jǐn zhū yǒu jié, dé āluóhàn, suī fù cǐ shēn yì dāng qì shě; yòu bǐ dāobīng jié, zìxiū yīshēn chǔyú jìjìng, wù zhū yīnyuán dé zhōng chéng zhèng, hào pì zhī Fo; suī fù cǐ shēn yì dāng qì shě; nǎizhì rúlái, yīng, zhèng děng jué, shí lì guǎngdà, sì zhì yuánmíng, shuōfǎ wúwèi, zhèng shī zǐ hǒu, lì wúshù qínláo dé nàluó yán shēn, yì fù qì shě.

 

Barangsiapa di ketiga alam ini, yang telah mengakhiri kebocoran batinnya, menunaikan apa yang hendaknya dilakukan, membebaskan diri dari seluruh beban berat, memperoleh manfaat [spiritual] bagi dirinya sendiri, membebaskan diri dari seluruh belenggu, serta merealisasi tingkat spiritual arhat, kendati masih memiliki tubuh jasmani, tetapi kelak juga akan ditinggalkan. Meski pada kalpa kekeruhan, [dengan upaya] sendiri melatih ketenangan [batin], memahami seluruh hukum sebab akibat, dan merealisasi wahana menengah [dalam Agama Buddha], yakni tingkat spiritual Pratyekabuddha, tetap saja tubuh jasmani [yang dimiliki] kelak juga akan ditinggalkan. Bahkan para Tathāgata-arhat-samyaksambuddha, yang mempunyai sepuluh kekuatan (daśa balāni) nan luar biasa, empat kebijaksanaan nan sempurna serta gemilang, serta memaparkan Dharma pembebas dari segenap ketakutan, laksana auman singa sejati, telah menempuh perjuangan berat nan tiada terhingga banyaknya, sehingga merealisasi tubuh [dengan kekuatan layaknya] Nārāyaṇa, pada akhirnya juga akan meninggalkan [tubuh jasmani] Mereka.

 

「諸苾芻!所謂如彼窯師造作坏器、盆甕之類,雖復有成,定從破壞;又如菓熟自當墮落,生滅之法亦復如是。諸苾芻!一切有情乃至部多,一切含識至壽命盡,無免斯者。如無有生,即當無滅。」復說偈言

 

`Zhū bì chú! Suǒwèi rú bǐ yáo shī zàozuò huài qì, pén wèng zhī lèi, suī fù yǒu chéng, dìng cóng pòhuài; yòu rú guǒ shú zì dāng duòluò, shēngmiè zhī fǎ yì fù rúshì. Zhū bì chú! Yīqiè yǒuqíng nǎizhì bù duō, yīqiè hán shí zhì shòumìng jǐn, wú miǎn sī zhě. Rú wú yǒu shēng, jí dāng wú miè.'Fù shuō jì yán:

 

Wahai semua biksu! Laksana pembuat tembikar yang membuat berbagai barang pecah belah, seperti mangkuk, kenci, dan lain sebagainya, meski benda-benda tersebut telah selesai dibuat, namun suatu saat pasti akan pecah juga. Begitu pula buah-buahan yang telah matang akan jatuh sendiri dari [pohonnya], Dharma tentang kelahiran beserta kematian adalah juga demikian adanya. Wahai semua biksu! Segenap makhluk berkesadaran dan seluruh makhluk lainnya, jika telah tiba pada penghujung masa kehidupannya, maka tiada yang dapat menolong mereka. Jikalau tiada kelahiran, maka tiada kematian.” Selanjutnya, dilantunkan gāthā sebagai berikut:

 

「如來天中天,  

說是無常法

如坏器不堅,  

終趣於破壞。

同菓熟自落,  

有情命如是,

苾芻今當知,  

生滅宜應怖。」

 

`Rúlái tiān zhōng tiān,

shuō shì wúcháng fǎ,

rú huài qì bù jiān,

zhōng qù yú pòhuài.

Tóng guǒ shú zì luò,

yǒuqíng mìng rúshì,

bì chú jīn dāng zhī,

shēngmiè yí yīng bù.'

 

Tathāgata nan mengungguli para dewa,

Membabarkan Dharma mengenai ketidakkekalan,

Laksana barang pecah belah nan rapuh,

Pada akhirnya akan pecah juga.

Seperti buah matang yang akan jatuh sendiri [dari pohonnya],

Kehidupan para makhluk berkesadaran juga demikian adanya,

Para biksu hendaknya mengetahui,

Betapa mengerikannya [lingkaran] kelahiran beserta kematian.

 

爾時,世尊說是經已,諸苾芻眾一心信受,歡喜奉行。

 

Ěr shí, shìzūn shuō shì jīng yǐ, zhū bì chú zhòng yīxīn xìn shòu, huānxǐ fèngxíng.

 

Yang Dijunjungi Dunia telah selesai menyabdakan sūtra ini. Seluruh biksu dengan sepenuh hati meyakini serta menerima [ajaran tersebut] dan dengan suka cita melaksanakannya.

 

說諸行有為經

Sūtra Yang Disabdakan Buddha Tentang Ketidakkekalan Segala Sesuatu [telah selesai]

 

Jumat, 03 Oktober 2025

TATA CARA RITUAL DHĀRAṆĪ HATI PALING GEMILANG PEMENUH SEGENAP KEINGINAN BODHISATTVA ĀKĀŚAGARBHA GUNA MEMOHON AGAR DIDENGAR [OLEH BELIAU] (TAISHO TRIPITAKA 1145)

 TATA CARA RITUAL DHĀRAṆĪ HATI PALING GEMILANG PEMENUH SEGENAP KEINGINAN BODHISATTVA ĀKĀŚAGARBHA GUNA MEMOHON AGAR DIDENGAR [OLEH BELIAU]

 

虛空藏菩薩能滿諸願最勝心陀羅尼求聞持法

Xūkōngcáng púsà néng mǎn zhū yuàn zuì shèng xīn tuóluóní qiú wén chí fǎ

 

Tripiṭaka Taishō 1145

Jilid 20

 

出金剛頂經成就一切義品

Diambil dari Sūtra Vajraśekhara, bagian “Terpenuhinya Segenap Tujuan.”

 

大唐中印度三藏善無畏奉 制譯

Diterjemahkan dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Mandarin oleh Yang Arya Śubhakarasiṃha (637-735) semasa Dinasti Táng (618-906).

Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia oleh Ivan Taniputera.

 

Jasa pahala terjemahan ini dilimpahkan pada Empat Permata.

 

Dilarang menyebarluaskan sebagian atau seluruh terjemahan ini tanpa seizin penerjemah. Jika telah mendapatkan izin untuk disebarluaskan maka tidak boleh menambah atau mengurangi apa pun yang terdapat di terjemahan ini dari awal sampai akhir, dan linknya harus tetap dicantumkan. Tidak boleh mengubah apa pun sebagaimana yang tercantum di sini. Mengambil tanpa izin berarti mencuri dan akan menjerumuskan pada karma buruk (akusala karma) serta alam-alam penderitaan. Kita hendaknya tidak merendahkan diri kita sendiri sebagai pencuri.

 

Kritik dan saran membangun untuk kesempurnaan terjemahan diterima dengan senang hati.

 

Naskah berbahasa Mandarin diambil dari cbeta.org. 

 

 


 

爾時薄伽梵入諸波羅蜜平等性三摩地,從定起已,即說此能滿諸願虛空藏菩薩最勝心陀羅尼曰

 

Ěr shí báojiāfàn rù zhū bōluómì píngděng xìng sān mó dì, cóng dìng qǐ yǐ, jí shuō cǐ néng mǎn zhū yuàn xūkōng cáng púsà zuì shèng xīn tuóluóní yuē:

 

Pada suatu ketika, Bhagavān sedang memasuki samādhi hakikat kesetaraan seluruh pāramitā. Beliau bangkit dari samādhi dan langsung melantunkan dhāraṇī hati paling gemilang Bodhisattva Ākāśagarbha pemenuh seluruh harapan, yang berbunyi sebagai berikut.

 

「南牟(1) 阿迦(2)(3)(4) 揭(5)(6)(7)(8) 唵(9) 阿唎(10) 迦(11)麼唎(12) 慕唎(13) 莎嚩訶(14)

`Nán móu (1) ā jiā (2) shě (3)(4) jiē (5) pó (6) yé (7)(8) Om(9) ā lì (10) jiā (11) me lì (12) mù lì (13) shā wa hē (14)'

Namo ākāśagarbhāya oṃ ārya kāmāri mauli svāhā

 

1..2.去引.3.舒可反.4..5.魚羯反.6.去引.7.余可反.8..9..10..11..12..13..14..

 

薄伽梵言:「此陀羅尼,是過去現在一切諸佛之所同。若能常誦此陀羅尼者,從無始來五無間等一切罪障悉皆銷滅,常得一切諸佛菩薩共所護念。乃至未成佛來所生之處,虛空藏菩薩恒隨守護,令諸有情常所樂見,諸有善願無不滿足,一切苦患皆悉銷除,常生人天不墮惡趣,生生之處常憶宿命。設不加法,但能常誦,獲福如是。若欲加法持此陀羅尼求聞持者,當於絹素白㲲或淨板上,先畫滿月,於中畫虛空藏菩薩像,其量下至不減一肘,或復過此,任其力辦。

 

Báojiāfàn yán:`Cǐ tuóluóní, shì guòqù xiànzài yīqiè zhū Fo zhī suǒ tóng shuō. Ruò néng cháng sòng cǐ tuóluóní zhě, cóng wú shǐ lái wǔ wújiàn děng yīqiè zuìzhàng xījiē xiāo miè, cháng dé yīqiè zhū Fo púsà gòng suǒ hù niàn. Nǎizhì wèichéng Fo lái suǒ shēng zhī chù, xūkōng cáng púsà héng suí shǒuhù, lìng zhū yǒuqíng cháng suǒ lè jiàn, zhū yǒu shàn yuàn wú bù mǎnzú, yīqiè kǔ huàn jiē xī xiāo chú, chángshēng rén tiān bù duò è qù, shēngshēng zhī chù cháng yì sùmìng. Shè bù jiāfǎ, dàn néng cháng sòng, huò fú rúshì. Ruò yù jiāfǎ chí cǐ tuóluóní qiú wén chí zhě, dāng yú juàn sù bái dié huò jìng bǎn shàng, xiān huà mǎnyuè, yú zhōng huà xūkōng cáng púsà xiàng, qí liàng xià zhì bù jiǎn yī zhǒu, huò fùguò cǐ, rènqílì bàn.

 

Bhagavān berkata, “Dhāraṇī ini disabdakan oleh semua Buddha di masa lampau dan sekarang. Jikalau sanggup senantiasa melantunkan dhāraṇī ini, buah lima kejahatan berat (pañca ānantarya karma) beserta seluruh pelanggaran dan hambatan lainnya yang berasal dari masa nan tanpa awal, akan disirnakan sepenuhnya. [Selain itu], akan selalu memperoleh perlindungan serta perhatian Semua Buddha dan bodhisattva.  Bahkan hingga merealisasi kebuddhaan, di mana saja ia dilahirkan serta berdiam, Bodhisattva Ākāśagarbha akan selalu mengikuti serta melindunginya; menjadikan seluruh insan berkesadaran senang berjumpa dengannya. Segenap harapan bajik, tiada yang tidak terpenuhi secara sempurna. Seluruh penderitaan dan hambatan disirnakan sepenuhnya. Senantiasa terlahir sebagai manusia atau dewa, serta tidak akan terjerumus ke alam-alam penderitaan. Kelahiran demi kelahiran, ia akan selalu mengingat kehidupan lampaunya. Meski tidak melakukan tata cara [ritual] apa pun, namun senantiasa melantunkannya, pahala keberuntungan [diperoleh] adalah [sama] seperti yang disebutkan sebelumnya. Apabila ingin melakukan tata cara ritual dhāraṇī ini, yakni memohon agar didengar [oleh Bodhisattva Ākāśagarbha], di atas kain sutra putih atau papan bersih, hendaknya terlebih dahulu menggambar bulan purnama. Di tengahnya, gambarlah Bodhisattva Ākāśagarbha, dengan ukuran tidak [boleh] kurang dari satu hásta atau boleh lebih, yakni menyesuaikan dengan kemampuan [masing-masing].

 

菩薩滿月增減相稱,身作金色,寶蓮華上半加而坐,以右壓左,容顏殊妙,作熙怡喜悅之相。於寶冠上有五佛像,結加趺坐。菩薩左手執白蓮華,微作紅色。於華臺上有如意寶珠,吠琉璃色,黃光發焰。右手復作與諸願印,五指垂下,現掌向外,是與願印相。畫像了已,當於空閑寂靜之處,或在淨室、塔廟、山頂、樹下,隨在一處安置其像,面正向西或容向北,淨物覆之。別作一方木曼茶羅,下至一肘,過此亦任。

 

Púsà mǎnyuè zēng jiǎn xiāngchèn, shēn zuò jīnsè, bǎo liánhuá shàng bàn jiā ér zuò, yǐ yòu yā zuǒ, róngyán shū miào, zuò xī yí xǐyuè zhī xiāng. Yú bǎo guān shàng yǒu wǔ Fo xiàng, jié jiā fūzuò. Púsà zuǒshǒu zhí bái liánhuá, wēi zuò hóngsè. Yú huá tái shàng yǒu rúyì bǎo zhū, fèi liúlí sè, huángguāngfā yàn. Yòushǒu fù zuò yǔ zhū yuàn yìn, wǔzhǐ chuíxià, xiàn zhǎng xiàng wài, shì yǔ yuàn yìn xiàng. Huàxiàngle yǐ, dāng yú kōngxián jìjìng zhī chù, huò zài jìng shì, tǎ miào, shāndǐng, shùxià, suí zài yī chù ānzhì qí xiàng, miàn zhèng xiàng xī huò róng xiàng běi, jìng wù fù zhī. Bié zuò yīfāng mù màn chá luó, xià zhì yī zhǒu,guò cǐ yì rèn.

 

[Gambarlah] bodhisattva dan bulan purnama yang ukurannya sebanding satu sama lain. Tubuh Beliau berwarna keemasan dan duduk bersila dengan sikap setengah teratai (ardha padmāsana) di atas teratai permata. Kaki kanan bertumpu di atas kaki kiri. Penampilan Beliau sungguh istimewa dan elok, yakni memperlihatkan kegemilangan beserta kegembiraan. Pada mahkota permata Beliau terdapat lima Buddha sedang duduk bersila dengan sikap teratai (padmāsana). Tangan kiri bodhisattva memegang teratai berwarna putih yang sedikit kemerahan. Di atas bunga tersebut terdapat permata pengabul keinginan berwarna biru langit, memancarkan cahaya kuning. Tangan kanan membentuk sikap (mudrā) pemenuh seluruh keinginan, [yakni] kelima jari mengarah ke bawah, dan telapak tangan menghadap ke arah luar. Demikianlah mudrā pemenuh keinginan. Setelah selesai menggambar, hendaknya lukisan tersebut disemayamkan di tempat yang tenang, seperti ruangan bersih, vihara, puncak gunung, atau di bawah pohon. Semayamkan lukisan sesuai tempat yang dipilih. Hadapkan [lukisan] itu ke arah barat atau utara. Selubungi dengan penutup yang bersih. Buat pula sebuah maṇḍala, yang ukurannya tidak [boleh] kurang dari satu hásta atau boleh lebih, yakni menyesuaikan dengan kemampuan [masing-masing].

 

其壇下安四足,或以編附,上面去地恰須四指。其板若用檀沈作者最為殊勝;不爾,或以柏等有香之木為之亦得。如法作已,置於像前。次應嚴辦五種供具,所謂塗香、諸華、燒香、飲食、燈明。塗香者磨白檀為之。華以隨時藥草所生者充;若無時華;當以粳米、或燒蕎麥、或取橘柏等葉、或用丁香以充華用。燒香但以沈、檀、龍腦隨應用之。食除薰穢,每須新淨。燈用牛酥,油亦通許。

 

Qí tán xià ān sì zú, huò yǐ biān fù, shàngmiàn qù dì qià xū sì zhǐ. Qí bǎn ruò yòng tán shěn zuòzhě zuìwéi shūshèng; bù ěr, huò yǐ bǎi děng yǒu xiāng zhī mù wéi zhī yì dé. Rú fǎ zuò yǐ, zhì yú xiàng qián. Cì yīng yánbàn wǔ zhǒng gòng jù, suǒwèi tú xiāng, zhū huá, shāoxiāng, yǐnshí, dēngmíng. Tú xiāng zhě mó báitán wéi zhī. Huá yǐ suíshí yàocǎo suǒ shēng zhě chōng; ruò wú shí huá; dāng yǐ jīngmǐ, huò shāo qiáomài, huò qǔ jú bǎi děng yè, huò yòng dīngxiāng yǐ chōng huá yòng. Shāoxiāng dàn yǐ shěn, tán, lóng nǎo suí yìngyòng zhī. Shí chú xūn huì, měi xū xīn jìng. Dēng yòng niú sū, yóu yì tōng xǔ.

 

Di bawah altar (maṇḍala) tersebut letakkan empat kaki, atau boleh dilekatkan padanya, [dihitung] dari permukaan tanah tingginya adalah empat jari (aṅgula). Jikalau papan [maṇḍala] terbuat dari kayu cendana, maka itu merupakan yang terbaik; jika tidak, maka boleh pergunakan kayu pohon cemara atau kayu-kayu harum lainnya. Jikalau [maṇḍala] tersebut telah selesai dipersiapkan sesuai tata cara, letakkan di depan gambar. Selanjutnya haturkan lima jenis persembahan terbaik, yakni dupa tabur, seluruh jenis bunga-bungaan, dupa bakar, minuman beserta makanan, dan pelita. Dupa tabur boleh berasal dari kayu cendana putih yang digiling. Bunga dapat menggunakan yang sesuai musimnya atau rumput obat-obatan, sebagaimana tersedia saat itu. Jikalau tiada bunga musiman, boleh menggunakan beras, soba atau gandum dibakar, daun jeruk atau cemara. Boleh juga menggunakan cengkeh sebagai ganti bunga musiman. Dupa bakarnya hanya menggunakan gaharu, cendana, kapur barus, atau gunakan apa yang layak. Makanannya [harus] terbebas dari kotoran dan baru serta bersih. Pelitanya boleh menggunakan minyak sapi. Minyak lainnya juga dapat dipergunakan.

 

當欲具辦此物之時,必須晨朝盥洗手面護淨如法。具辦足已,置在壇邊,然後出外。復以淨水重洗手已,即作手印掌承淨水,誦陀羅尼三遍便即飲之。其手印相,先仰舒右手五指,屈其頭指與大母指相捻狀如捻香,此是虛空藏菩薩如意寶珠成辦一切事印。復以此印如前承水,誦陀羅尼三遍竟已,灑頂及身,即令內外一切清淨。次應往詣像所,至心禮拜,面向菩薩半跏而坐,舉去像上所覆之物。

 

Dāng yù jù bàn cǐ wù zhī shí, bìxū chéncháo guànxǐshǒu miàn hù jìng rú fǎ. Jù bàn zú yǐ, zhì zài tán biān, ránhòu chūwài. Fù yǐ jìng shuǐ zhòng xǐ shǒu yǐ, jí zuò shǒuyìn zhǎng chéng jìng shuǐ, sòng tuóluóní sān biàn biàn jí yǐn zhī. Qí shǒuyìn xiàng, xiān yǎng shū yòushǒu wǔzhǐ, qū qí tóu zhǐ yǔ dà mǔ zhǐ xiāng niǎn zhuàng rú niǎn xiāng, cǐ shì xūkōng cáng púsà rúyì bǎo zhū chéng bàn yīqiè shì yìn. Fù yǐ cǐ yìn rú qián chéng shuǐ, sòng tuóluóní sān biàn jìng yǐ, sǎ dǐng jí shēn, jílìng nèiwài yīqiè qīngjìng. Cì yīng wǎng yì xiàng suǒ, zhì xīn lǐbài, miànxiàng púsà bàn jiā ér zuò, jǔ qù xiàng shàng suǒ fù zhī wù.

 

Saat hendak menyiapkan keperluan-keperluan tersebut, hendaknya di kala pagi hari membersihkan tangan beserta wajah dan menjaga kebersihan sebagaimana [yang digariskan] oleh tata cara ritual. Setelah semuanya selesai dipersiapkan, letakkan di samping altar, dan sesudah itu keluar [dari tempat tersebut]. Sekali lagi, cuci tangan dengan air bersih, dan setelah selesai, bentuk mudrā penampung air bersih.  Lafalkan dhāraṇī ini sebanyak tiga kali, lalu kemudian minum airnya. Mudrānya adalah sebagai berikut. Tangan kanan menghadap atas dan kelima jari dibentangkan. Tekuk jari telunjuk sehingga saling bersentuhan dengan ibu jari, seperti memegang dupa. Ini adalah mudrā Bodhisattva Ākāśagarbha permata pemenuh segenap keinginan. Selanjutnya, pergunakan mudrā tersebut guna menampung air. Lafalkan dhāraṇī ini sebanyak tiga kali, kemudian tuangkan air pada ubun-ubun serta tubuh, sehingga dalam dan luar (batin dan jasmani) seluruhnya termurnikan. Setelah itu, menuju [ke hadapan] gambar, dengan sepenuh hati menghaturkan penghormatan, duduk dengan sikap setengah teratai (ardha padmāsana), lalu angkat penutup gambar.

 

次即須作護身手印。其手印相,先舉右手,然後以頭指與大母指相捻狀若捻香,其頭指屈第二節,其第一節極令端直,方始印相。如法作此印已,置於頂上,誦陀羅尼一遍,次置右肩復誦一遍,左肩、心、喉亦皆如是。作此護身法已,一切諸佛及虛空藏菩薩攝受此人,一切罪障即皆銷滅,身心清淨福慧增長,一切諸魔及毘那夜迦皆不得便。復作前印掌承淨水,誦陀羅尼一遍,灑塗香等諸供養物并壇及近壇之地。

 

Cì jí xū zuò hùshēn shǒuyìn. Qí shǒuyìn xiàng, xiān jǔ yòushǒu, ránhòu yǐ tóu zhǐ yǔ dà mǔ zhǐ xiāng niǎn zhuàng ruò niǎn xiāng, qí tóu zhǐ qū dì èr jié, qí dì yī jié jí lìng duān zhí, fāngshǐ yìn xiàng. Rú fǎ zuò cǐ yìn yǐ, zhì yú dǐngshàng, sòng tuóluóní yībiàn, cì zhì yòu jiān fù sòng yībiàn, zuǒjiān, xīn, hóu yì jiē rúshì. Zuò cǐ hùshēn fǎ yǐ, yīqiè zhū Fo jí xūkōng cáng púsà shè shòu cǐ rén, yīqiè zuìzhàng jí jiē xiāo miè, shēnxīn qīngjìng fú huì zēngzhǎng, yīqiè zhū mó jí pí nà yè jiā jiē bùdé biàn. Fù zuò qián yìn zhǎng chéng jìng shuǐ, sòng tuóluóní yībiàn, sǎ tú xiāng děng zhū gòngyǎng wù bìng tán jí jìn tán zhī dì.

 

Bentuk mudrā pelindung tubuh. Mudrānya adalah sebagai berikut. Terlebih dahulu angkat tangan kanan. Jari telunjuk disatukan dengan ibu jari, seperti memegang dupa. Jari telunjuk ditekuk pada ruas kedua, [sedangkan] ruas pertama dibiarkan tegak. Demikianlah, mudrā dibentuk. Jika telah selesai membentuk mudrā itu, sentuhkan ke bagian ubun-ubun, lafalkan dhāraṇī sekali. Sentuhkan ke bahu kanan, lafalkan dhāraṇī sekali; lalu sentuhkan juga ke bahu kiri, jantung, dan tenggorokan, yakni dengan tata cara sama seperti sebelumnya. Setelah tata cara ritual perlindungan tubuh ini selesai dilakukan, seluruh Buddha beserta Bodhisattva Ākāśagarbha akan menyertai dan menerima orang tersebut. Segenap pelanggaran serta hambatan akan sirna. Jasmani beserta batin termurnikan dan keberuntungan serta kebijaksanaan akan bertambah. Seluruh makhluk halus jahat dan vināyaka tiada yang sanggup mendekatinya. Selanjutnya, bentuk mudrā seperti sebelumnya guna menampung air bersih, lafalkan dhāraṇī sekali, percikkan air air pada dupa tabur, persembahan, altar, dan kawasan di dekat altar.

 

復如前作護身手印,置塗香上,誦陀羅尼一遍。餘華香等乃至木壇,各皆如是作此法已,華香等物即便清淨。復作護身手印,右轉三匝兼指上下,但運其印身不動搖,誦陀羅尼七遍,隨其自心遠近分劑結十方界。次應閉目思惟,虛空藏菩薩真身即與此像等無有異。復用護身印,作意請虛空藏菩薩,誦陀羅尼二十五遍已,即舉大母指向裏招一度,頭指如舊。復作此印,誦陀羅尼三遍,㡧上蓮華以之為座,復想菩薩來坐此華。即便開目,見菩薩已,生希有心,作真身解。

 

Fù rú qiánzuò hùshēn shǒuyìn, zhì tú xiāng shàng, sòng tuóluóní yībiàn. Yú huá xiāng děng nǎizhì mù tán, gè jiē rúshì zuò cǐ fǎ yǐ, huá xiāng děng wù jíbiàn qīngjìng. Fù zuò hùshēn shǒuyìn, yòu zhuǎn sān zā jiān zhǐ shàngxià, dàn yùn qí yìn shēn bù dòngyáo, sòng tuóluóní qī biàn, suí qí zì xīn yuǎnjìn fēn jì jié shí fāng jiè. Cì yīng bì mù sīwéi, xūkōng cáng púsà zhēn shēn jí yǔ cǐ xiàng děng wú yǒu yì. Fù yòng hùshēn yìn, zuò yì qǐng xūkōng cáng púsà, sòng tuóluóní èrshíwǔ biàn yǐ, jí jǔ dà mǔ zhǐxiàng lǐ zhāo yīdù, tóu zhǐ rú jiù. Fù zuò cǐ yìn, sòng tuóluóní sān biàn, zhèng shàng liánhuá yǐ zhī wèi zuò, fù xiǎng púsà lái zuò cǐ huá. Jíbiàn kāi mù, jiàn púsà yǐ, shēng xīyǒu xīn, zuò zhēn shēn xiè.

 

Bentuk mudrā pelindung tubuh seperti sebelumnya, sentuhkan ke atas dupa tabur, lantunkan dhāraṇī sekali. [Begitu pula dengan] bunga, dupa, dan altar kayu, masing-masing lakukan sesuai dengan tata cara sebelumnya. [Dengan demikian], bunga, dupa, serta benda-benda lainnya akan termurnikan. Selanjutnya, bentuk mudrā pelindung tubuh, putar ke arah kanan sebanyak tiga kali sambil mengarahkan jari ke atas dan bawah, tetapi saat menggerak-gerakkan mudrā ini, tubuh tetap dalam keadaan tidak bergerak; lantunkan dhāraṇī sebanyak tujuh kali, sesuai dengan kehendak hati [arahkan] baik jauh maupun dekat ke sepuluh penjuru. Selanjutnya, pejamkan mata dan visualisasikan bahwa sosok sejati Bodhisattva Ākāśagarbha tiada berbeda dengan gambar tersebut. Bentuk mudrā pelindung tubuh dengan tujuan menghaturkan permohonan pada Bodhisattva Ākāśagarbha, lantunkan dhāraṇī sebanyak dua puluh lima kali. Angkat ibu jari ke dalam sejenak, jari telunjuk tetap seperti sebelumnya. Berikutnya, bentuk mudrā ini dan lantunkan dhāraṇī sebanyak tiga kali. Dengan bunga teratai di atas altar sebagai singgasana, visualisasikan Bodhisattva Ākāśagarbha hadir dan duduk di atasnya. Buka mata dan saksikan Bodhisattva Ākāśagarbha, bangkitkan kemantapan dalam hati bahwa itu merupakan sosok Beliau yang sebenarnya.

 

又誦三遍,手印如前,作是念言:『今者菩薩來至於此,是陀羅尼力,非我所能。唯願尊者暫住於此。』次取塗香誦陀羅尼一遍,用塗其壇。次復取華亦誦一遍,布散壇上。燒香、飲食、燈明次第取之,皆誦一遍手持供養,置在壇邊。復作念言:『一切諸佛菩薩,福慧熏修所生,幡蓋、清淨香華、眾寶之具悉皆嚴好。』復作手印,誦陀羅尼一遍,如前想念,諸供養物悉得成辦,即持供養一切如來及諸菩薩。如是運心,供養中最。

 

Yòu sòng sān biàn, shǒuyìn rú qián, zuò shì niàn yán:“Jīn zhě púsà lái zhìyú cǐ, shì tuóluóní lì, fēi wǒ suǒ néng. Wéi yuàn zūn zhě zàn zhù yú cǐ.” Cì qǔ tú xiāng sòng tuóluóní yībiàn, yòng tú qí tán. Cì fù qǔ huá yì sòng yībiàn, bù sàn tánshàng. Shāoxiāng, yǐnshí, dēngmíng cìdì qǔ zhī, jiē sòng yībiàn shǒuchí gòngyǎng, zhì zài tán biān. Fù zuò niàn yán:“Yīqiè zhū Fo púsà, fú huì xūn xiū suǒ shēng, fān gài, qīngjìng xiānghuá, zhòng bǎo zhī jù xījiē yán hǎo.” Fù zuò shǒuyìn, sòng tuóluóní yībiàn, rú qián xiǎngniàn, zhū gòngyǎng wù xī dé chéng bàn, jí chí gòngyǎng yīqiè rúlái jí zhū púsà. Rúshì yùn xīn, gòngyǎng zhōng zuì.

 

Lantunkan [dhāraṇī] sebanyak tiga kali lagi dengan mudrā seperti sebelumnya dan ucapkan sebagai berikut, “Kini Bodhisattva [Ākāśagarbha] telah hadir di tempat ini, dimana itu merupakan buah daya kekuatan dhāraṇī dan bukan berasal dari kemampuanku. Saya hanya berharap agar Yang Arya sejenak berdiam di sini.” Berikutnya, ambil dupa tabur, lantunkan dhāraṇī sekali, serta taburkan ke altar. Ambil bunga, lantunkan [dhāraṇī] sekali, dan taburkan ke atas altar. Dupa bakar, minuman, makanan dan pelita, satu demi satu diambil, dan masing-masing diiringi pelafalan [dhāraṇī] sekali serta dipegang sebagai persembahan, lalu diletakkan di samping altar. Katakan sebagai berikut, “Semua Buddha dan bodhisattva, yang hadir dari keharuman keberuntungan, kebijaksanaan, dan pelatihan [spiritual], panji, payung, dupa beserta bunga nan murni, banyak permata, dan seluruh perlengkapan terbaik.” Kemudian bentuk mudrā, lantunkan [dhāraṇī] sekali, visualisasikan seperti sebelumnya, seluruh persembahan menjadi sempurna, dan dihaturkan pada seluruh Tathāgata dan bodhisattva. Hal ini akan menggerakkan batin menuju persembahan terunggul.

 

如其不能辦塗香等供養之物,但作第二運心供養,法亦成就。即以手印掐珠,誦陀羅尼,明記遍數。誦時閉目,想菩薩心上有一滿月,然所誦陀羅尼字現滿月中,皆作金色。其字復從滿月流出,澍行人頂,復從口出,入菩薩足,如自發言諮。菩薩足下誦陀羅尼未止息來,所想之字巡環往來,相續不絕如輪而轉。身心若惓即須止息,至誠瞻仰便坐禮拜。

 

Rúqí bùnéng bàn tú xiāng děng gòngyǎng zhī wù, dàn zuò dì èr yùn xīn gòngyǎng, fǎ yì chéngjiù. Jí yǐ shǒuyìn qiā zhū, sòng tuóluóní, míngjì biàn shù. Sòng shí bì mù, xiǎng púsà xīn shàng yǒuyī mǎnyuè, rán suǒ sòng tuóluóní zì xiàn mǎnyuè zhōng, jiē zuò jīnsè. Qí zì fù cóng mǎnyuè liúchū, shù xíngrén dǐng, fù cóng kǒu chū, rù púsà zú, rú zì fāyán zī qǐ. Púsà zúxià sòng tuóluóní wèi zhǐxī lái, suǒ xiǎng zhī zì xún huán wǎnglái, xiāng xù bù jué rú lún ér zhuǎn. Shēnxīn ruò quán jí xū zhǐxī, zhìchéng zhānyǎng biàn zuò lǐbài.

 

Jikalau tidak sanggup menyediakan dupa tabur dan persembahan lainnya, maka haturkan persembahan dengan pikiran, cara ini juga akan membuahkan keberhasilan. Dengan membentuk mudrā dan [memegang] japamālā, lantunkan dhāraṇī, dan catat jumlah pembacaanya. Saat melantunkan [dhāraṇī] pejamkan mata, visualisasikan di atas jantung Bodhisattva [Ākāśagarbha] terdapat [lingkaran] bulan purnama, yang seluruhnya berwarna keemasan. Aksara-aksara mengalir ke luar dari bulan purnama tersebut, turun ke ubun-ubun praktisi, ke luar dari mulut, dan memasuki kaki Bodhisattva [Ākāśagarbha], yakni seperti berbicara dengan sendirinya guna memohon petunjuk. Di bawah kaki Bodhisattva [Ākāśagarbha], pelantunan dhāraṇī belum selesai. Visualisasikan aksara-aksara [dhāraṇī] berputar terus menerus, yakni laksana roda yang berputar tanpa henti. Jikalau jasmani dan batin dilanda kelemahan, maka harus berhenti. Dengan tulus haturkan persujudan dan duduk serta menghaturkan penghormatan.

 

閉目復觀滿月菩薩極明了已,應更運心令漸增長周遍法界。復漸略觀,於最後時量如本已,方始出觀。又作前手印,誦陀羅尼三遍已,舉大母指發遣菩薩。作是念言:『唯願慈悲布施歡喜,後會法事復垂降赴。』如是誦陀羅尼,隨其力能或一日一上或一日兩上,從始至終每如初日,遍數多少亦如初上,不得增減。前後通計滿百萬遍,其數乃終,亦無時限,然於中間不容間闕。

 

Bì mù fù guān mǎnyuè púsà jí míngliǎo yǐ, yīng gèng yùn xīn lìng jiàn zēngzhǎng zhōu biàn fǎjiè. Fù jiàn lüè guān, yú zuìhòu shí liàng rú běn yǐ, fāngshǐ chū guān. Yòu zuò qián shǒuyìn, sòng tuóluóní sān biàn yǐ, jǔ dà mǔ zhǐ fā qiǎn púsà. Zuò shì niàn yán:“Wéi yuàn cíbēi bùshī huānxǐ, hòu huì fǎshì fù chuí jiàng fù.” Rúshì sòng tuóluóní, suí qí lì néng huò yī rì yī shàng huò yī rì liǎng shàng, cóng shǐ zhì zhōng měi rúchūrì, biàn shù duōshǎo yì rú chū shàng, bùdé zēng jiǎn. Qiánhòu tōng jì mǎn bǎi wàn biàn, qí shù nǎi zhōng, yì wú shíxiàn, rán yú zhōngjiān bùróng jiān què.

 

Setelah dengan mata tertutup memvisualisasikan bulan purnama beserta Bodhisattva [Ākāśagarbha] dengan jelas, maka bayangkan ia menjadi semakin besar hingga memenuhi seluruh alam Dharma. Kemudian secara bertahap visualisasikan bahwa ia [mengecil] dan kembali ke ukuran semula. Sesudah itu, keluarlah dari visualisasi. Bentuk mudrā seperti sebelumnya, lantunkan dhāraṇī sebanyak tiga kali, dan angkat ibu jari guna mengantar [kepergian] Bodhisattva [Ākāśagarbha]. Ucapkan sebagai berikut: “Berharap agar dengan berbelas kasih, [Engkau] menaburkan kebahagiaan, serta kelak hadir kembali dalam upacara ritual.” Sehubungan dengan pelantunan dhāraṇī, sesuai kehendak hati, dapat dilakukan sekali atau dua kali dalam sehari. Dari awal hingga akhir, harus sama seperti hari pertama. Jumlah pelafalan harus sama pula dengan yang pertama, tidak boleh ditambah atau dikurangi. Kelak, jika jumlah pelafalan telah mencapai satu juta kali, maka baru dianggap selesai, dimana tidak ada batasan waktu bagi hal tersebut. Hanya saja, di antaranya tidak boleh ada waktu yang terlewatkan.

 

後於日蝕或月蝕時,隨力捨施飲食財物供養三寶,即移菩薩及壇露地淨處安置。復取牛酥一兩盛貯熟銅器中,并取有乳樹葉七枚及枝一條置在壇邊,華香等物加常數倍,供養之法一一同前。供養畢已,取前樹葉重布壇中,復於葉上安置酥器,還作手印誦陀羅尼三遍護持此酥。又以樹枝攪酥,勿停其手,目觀日月兼亦看酥,誦陀羅尼無限遍數。

 

Hòu yú rìshí huò yuèshí shí, suí lì shě shī yǐnshí cáiwù gòngyǎng sānbǎo, jí yí púsà jí tán lùdì jìng chù ānzhì. Fù qǔ niú sū yī liǎng shèng zhù shú tóngqì zhōng, bìng qǔ yǒu rǔ shùyè qī méi jí zhī yītiáo zhì zài tán biān, huá xiāng děng wù jiā chángshù bèi, gòngyǎng zhī fǎ yīyī tóng qián. Gòngyǎng bì yǐ, qǔ qián shùyè zhòng bù tán zhōng, fù yú yè shàng ānzhì sū qì, hái zuò shǒuyìn sòng tuóluóní sān biàn hùchí cǐ sū. Yòu yǐ shùzhī jiǎo sū, wù tíng qí shǒu, mù guān rì yuè jiān yì kàn sū, sòng tuóluóní wúxiàn biàn shù.

 

Saat gerhana mentari atau rembulan, sesuai dengan kemampuan hendaknya menghaturkan persembahan berupa minuman, makanan, atau harga kekayaan pada Tiga Permata. Kemudian pindahkan gambar Bodhisattva [Ākāśagarbha] ke tempat yang bersih. Ambil satu liǎng mentega sapi dan tempatkan dalam bejana tembaga. Selanjutnya, petik tujuh daun pohon bergetah putih beserta sebatang tangkainya dan letakkan di samping altar. Bunga, dupa, beserta persembahan lain, jumlahnya dilipatgandakan. Satu demi satu persembahkan sesuai tata cara ritual sebagaimana sebelumnya. Setelah selesai menghaturkan persembahan, ambil daun pohon [yang telah diletakkan sebelumnya] dan taruh pada altar. Di atas daun-daun tersebut letakkan bejana tembaganya. Bentuk mudrā dan lantunkan dhāraṇī sebanyak tiga kali guna melindungi mentega tersebut. Gunakan batang pohon untuk mengaduk menteganya. Jangan berhenti mengaduk, sambil memandang mentari, rembulan, beserta menteganya. Lantunkan dhāraṇī tanpa batasan jumlah tertentu.

 

初蝕後退未圓已來,其酥即有三種相現:一者氣、二者煙、三者火。此下中上三品相中隨得一種,法即成就。得此相已,便成神藥。若食此藥即獲聞持,一經耳目文義俱解,記之於心永無遺忘。諸餘福利無量無邊,今且略說少分功德。如至却退圓滿已來,三相若無法不成就,復應更從初首而作,乃至七遍,縱有五逆等極重罪障,亦皆銷滅法定成就。」

 

Chū shí hòutuì wèi yuán yǐ lái, qí sū jí yǒu sānzhǒng xiāng xiàn: Yī zhě qì, èr zhě yān, sān zhě huǒ. Cǐ xià zhōng shàng sānpǐn xiàng zhōng suí dé yīzhǒng, fǎ jí chéngjiù. Dé cǐ xiāng yǐ, biàn chéng shén yào. Ruò shí cǐ yào jí huò wén chí, yījīng ěrmù wényì jù jiě, jì zhī yú xīn yǒng wú yíwàng. Zhū yú fúlì wúliàng wúbiān, jīn qiě lüè shuō shǎo fēn gōngdé. Rú zhì què tuì yuánmǎn yǐ lái, sān xiàng ruò wúfǎ bù chéngjiù, fù yīng gèng cóng chū shǒu ér zuò, nǎizhì qī biàn, zòng yǒu wǔ nì děng jí zhòng zuìzhàng, yì jiē xiāo miè fǎdìng chéngjiù.'

Semenjak awal hingga akhir gerhana, mentega akan memperlihatkan tiga jenis pertanda: pertama, uap; kedua, asap; ketiga, api. Ketiga pertanda ini sesuai dengan kualitas atas, tengah, serta bawah, dimana kemunculannya menandakan keberhasilan dalam ritual. Setelah memperoleh pertanda-pertanda ini, mentega akan menjadi obat berkekuatan spiritual. Jika mengonsumsi obat ini, maka akan mendapatkan kemampuan memahami serta mengingat, apa pun yang didengar. Setiap pustaka suci yang didengar atau dibaca, makna akan dapat segera dipahami dengan sempurna, serta diingat dalam hati tanpa pernah terlupakan. Manfaat lainnya adalah tiada terhingga banyaknya, namun kini hanya akan dipaparkan sedikit saja tentang pahala kebajikan yang diperoleh. Jikalau tanda-tanda tersebut tidak muncul hingga gerhana selesai, maka ritual belum membuahkan hasil. Sehubungan dengan hal ini, maka harus memulai dari awal lagi, dan melakukan ritual hingga tujuh kali. Bahkan jika memiliki lima kejahatan berat (pañca ānantarya karma) beserta kesalahan dan hambatan besar, semuanya akan disirnakan serta ritual membuahkan keberhasilan.

 

虛空藏菩薩能滿諸願最勝心陀羅尼求聞持法
Tata Cara Ritual Dhāraṇī Hati Paling Gemilang Pemenuh Segenap Keinginan Bodhisattva Ākāśagarbha Guna Memohon Agar Didengar [oleh beliau] [telah selesai]